Rabu, 30 Maret 2011

Hidup mulia atau mati syahid

Pada suatu hari rosulullah bangun dari tidurnya. Yang mana karena tempat tidur rosul terbuat dari pelepah kurma, maka membekaslah pelepah kurma itu pada punggung Nabi Muhammad saw. Salah seorang Sohabat yang melihat kejadian tersebut langsung saja menawarkan pada rosulullah jasa dengan perkataan nya : “ Ya rosulallah engkau ini pemimpin ummat kenapa masih tidur di tempat seperti ini, bagaimana jikalau engkau kami buatkan sebuah kasur “ tapi apa jawaban rosullah saw selaku pimpinan umat, seraya beliau bersabda : “ perumpamaan kita hidup di dunia ini hanya seperti orang yang perjalanan jauh kemudian berteduh di bawah pohon sebentar, kemudian meneruskan perjalanan “.
Dari hadits diatas kita tahu bahwasanya kita hidup didunia ini hanyalah sementara. Hanya untuk ukuran 60-70 tahun saja, ini sesuai dengan sabda Rosul saw : “ Panennya umatku kebanyakan antara umur 60 dan 70 tahun saja dan sedikit sekali yang melewaati umur tersebut “. Makanya Nabi kita juga mengingatkan kepada sohabat Abdullah bin ‘umar khususnya dan pada kita umumnya selaku umatnya agar kita hidup di dunia ini seakan-akan seperti orang yang menyeberang jalan, yakni waktu yang sangat singkat sekiali. Akan tetapi waktu yang sangat singkat inilah yang akan menentukan kelak kita termasuk orang yang bahagia disisi Allah atau orang yang celaka nantinya.
Dengan kata lain maka hidup kita yang hanya satu kali ini merupakan modal satu-satunya yang bisa kita gunakan untuk meraih kebahagiaan yang abadi disisi Allah swt. Dengan kita mengisi sisa hidup ini dengan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain. Baik dengan ilmu kita, harta kita, atau pangkat dan jabatan kita. Sehingga setiap saat yang kita lakukan adalah dalam rangka untuk menjadikan kita sebagai orang islam yang sempurna. Sebab termasuk tanda-tanda kesempurnaan islam kita adalah meninggalkan hal-hal yang tidak ada manfaatnya. Baik bagi kita sendiri, ataupun bagi orang lain.
Bisakah kita hidup mulia ?
Konsep hidup mulia adalah hidup dengan menegakkan kalimat LAILAHAILLALLOH dan mempertahankan sunnah sunnah Rosul dengan segala resikonya. Sebab akhir zaman orang yang berpegang teguh dengan sunnah ibarat orang yang memegang bara api. Apabila bara api itu dilepas maka akan padam. Dan apabila dipegang maka akan sangat menyakitkan sekali. Buktinya saja sekarang bukan hanya orang diluar islam yang tidak mau dengan syari’at islam, tapi justru orang islam sendiri yang menolak apabila ditegakkan syari’at islam. Kalau zaman jahiliyah dulu syariat islam dianggap aneh oleh orang kafir. Sedangkan sekarang anehnya sunnah nabi saw dianggap aneh oleh orang islam sendiri. Ini semua tepat sekali seperti apa yang dikabarkan oleh Ibnu dzabihatain saw :” awal-awal agama ini dianggap aneh, dan besuk-besuk akan kembali dianggap aneh. Maka beruntung bagi orang yang dianggap aneh. Yaitu orang-orang yang menghidupkan sunnahku ketika umatku sudah rusak “. Sehingga alangkah bahagianya kita apabila Rosululloh sendiri memuji kita karena ketaatan. kita terhadap sunnah sunnahnya. Itulah hidup yang mulia. Yaitu hidup dengan suasana madani serta penuh dengan sunnah Nabi Muhammad saw.
Kalau kita bisa menengok sejarah, sangat indahnya kehidupan para shohabat-sohabat Rosul saw. Yang mana setiap hari berjama’ah dibelakang Nabi saw. Ikut berperang bersama Rosulloh saw. Apabila mereka gugur maka surga beserta bidadari menanti. Apabila pulang, pulang dengan membawa kemenangan dan kemuliaan serta pahala yang tidak terkira nilainya. Bisakah kita menjadi mati syahid sedangkan sekarang sudah tidak ada perang ( dalam arti mengangkat senjata ) dengan orang kafir.
Bisakah kita mati syahid ?
Memang sekarang tidak ada jihad dalam bentuk perang mengangkat senjata. Akan tetapi masih banyak jalan untuk menuju kesana. Tujuan dari jihad itu sendiri adalah LI I’LAAI KALIMATILLAH. Oleh karena itu Suhada’ dibagi menjadi tiga bagian :
- Syahid dunia
- Syahid akhirat
- Syahid dunia akhirat
Syahid dunia adalah orang yang berperang melawan orang kafir tapi niatnya tidak karena Allah swt. Di dunia dinggap sebagai orang yang mati syahid akan tetapi disisi Allah bukan lah orang yang mati syahid.
Syahid akhirat adalah orang di dunianya tidak dianggap syahid akan tetapi besok besok oleh Allah dikumpulkan bersama orang yang mati syahid. Sedangkan syahid dunia akhirat adalah orang yang meninggal karena menegakkan kal LAAILAHA ILLALLOH serta niatnya juga lillah swt.
Sebelum ajal menjemput kita maka alangkah baiknya kalau kita mempersiapkan kematian dengan cara apakah yang akan kita kehendaki sebab sabda Rosululloh :” Manusia itu meninggal menurut kebiasaannya dia hidup”. Kita ingin meninggal dalam keadan apa maka seperti itulah kita harus istiqomahi dalam kehidupan kita seharihari ini.minimal kalau kita tidak mati syahid semoga Allah mengumpulkan kita bersama dengan orang yang mati syahid didalam surganya Allah swt. Amin…

Tata tertib

Dalam rangka upaya pondok pesantren Al Washoya mencetak dan membentuk insan yang sholeh, berilmu dan beramal, bertaqwa dan berakhlaq luhur, berkepribadian, maka ditetapkan peraturan dan tata terib sebagai berikut :
PASAL I
TENTANG LANDASAN
Setiap santri diwajibkan mengamalkan hal-hal yang mampu dilaksanakan dari ajaran-ajaran islam yang jelas bersumber dari Al quran dan hadits.

PASAL II
TENTANG KEWAJIBAN DAN KEHARUSAN
Setiap santri diwajibkan dan diharuskan :
1. sholat lima waktu secara berjama’ah.
2. ikut serta belajar pada jam-jam belajar yang telah ditentukan dan segala kegiatan pesantren lainya.
3. mohon izin apabila ada keperluan atau bepergian.
4. pada hari jum’at selambat lambatnya setengah jam sebelum khutbah dimulai sudah berada di dalam masjid.
5. berbahasa arab bagi santri yang sudah mampu.
6. menjaga kesehatan badan, kebersihan dan ketertiban di dalam dan di luar kamar, di ruang belajar dan di komplek pesantren umumnya.
7. Pukul 21: 30 WIB telah siap untuk tidur dan pukul 03:00 WIB harus sudah bangun untuk qiyamullail.
8. Menghormati dan berlaku baik terhadap tamu dan semua orang.
9. Ketika bunyi bel ( tanda belajar ) sudah harus berada di kelas masing-masing.
10. memakai pakaian dan kofyah yang rapi dan teratur, didalam maupun di luar pesantren.
11. melaksanakan tugas yang telah dibebankan.
12. apabila pulang ke rumah, baik karena libur atau panggilan orang tua harus izin pengasuh atau pengurus.

PASAL III
TENTANG LARANGAN

1. Menonton bioskop dan ke tempat-tempat yang tidak layak.
2. Merokok di dalam dan di luar pesantren.
3. memakai mililk orang lain tanpa izin ( ghoshob )
4. Memakai pakaian yang tidak wajar, antara lain ; bertuliskan, celana pendek, komprang, ketat dan sebagainya.
5. membawa hand phone (HP), radio, tape recorder, Mp3 dan sejenisnya, kartu, catur, peralatan musik, dan sebagainya.
6. Berambut gondrong/ panjang, atau memakai semir.
7. berkelahi dan main hakim sendiri.
8. memasuki kamar yang bukan kamarnya.
9. mempersilahkan orang lain masuk kamarnya tanpa izin dari pengurus.
10. menjual pakaian atau hak hak milaknya.
11. menyimpan barang berharga di kamarnya.
12. membaca buku buku porno atau komik komik yang tidak berguna.
13. pulang kerumah tanpa izin pengasuh atau pengurus.
14. menyimpan foto atau gambar gambar yang tidak layak.

PASAL IV
TENTANG SANKSI

Bagi santri yang melanggar peraturan di atas, akan dihukum sesuai dengan pelanggarannya dan jika tidak sanggup lagi mentaati tata tertib, maka diserahkan kembali kepada orang tua / walinya dengan tidak hormat.

Makalah Penyelenggaraan jenazah

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebagai umat Islam yang mempunyai tugas sebagai khalifah di bumi, hendaknya kita tahu tata cara yang benar dan adab-adab yang baik dalam menjalani kehidupan. Salah satunya tentang jenazah dan hal-hal yang berkenaan dengannya.
Firman Allah SWT :


“Tiap-tiap yang bernyawa itu akan merasakan mati, sesungguhnya pahala kamu akan disempurnakan pada hari kiamat.” (Ali Imron : 185)

B. Rumusan Masalah
1. Menjelaskan kewajiban-kewajiban penyelenggaraan janazah
2. Menjelaskan pengertian mati syahid
3. Menjelaskan pengertian takziah, ziarah kubur dan hikmahnya

C. Tujuan
Dapat memahami lebih dalam lagi tentang penyelenggaraan jenazah dan mengetahui adab-adabnya, sehingga mempunyai pengertian yang dibutuhkan dalam menjalani kehidupan.

BAB II
PEMBAHASAN

PENYELENGGARAAN JENAZAH

Kewajiban-kewajiban dalam penyelenggaraan jenazah : memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan menguburkannya.

MEMANDIKAN JENAZAH
1. Syarat-syarat mayit yang perlu dimandikan
a. Mayit itu seorang islam
b. Ada tubuhnya walaupun sedikit
c. Meninggal bukan karena mati syahid.
2. Cara-cara memandikan mayit
Tentang cara-cara memandikan mayit ini yang harus diperhatikan sebagai berikut : Pertama-tama dibersihkan terlebih dahulu segala najis yang ada pada badannya, kemudian meratakan air keseluruh tubuhnya dan sebaik-baiknya tiga kali atau lebih jika dianggap perlu. Siraman yang pertama dibersihkan dengan sabun, yang kedua dengan air bersih, dan yang ketiga dengan air yang bercampur dengan kapur barus.
Yang perlu didahulukan dalam memandikan mayat ialah anggota wudu’, kemudian seluruh tubuhnya sebelah kanan, dan akhirnya sebelah kiri.


Artinya : Dari Ummi ‘Atiyah, Nabi SAW. Telah masuk ketempat kami sewaktu kami memandikan mayit anak beliau yang perempuan, lalu beliau berkata : “Mandikanlah dia tiga kali atau lima kali atau jika dipandang perlu lebih dari itu, dengan air serta daun bidara, dan basuhlah yang penghabisan dengan air yang bercampur dengan kapur barus”.

(H.R. BUkhari dan Muslim)

Beberapa riwayat yang sahih, Nabi SAW. Bersabda : “Mulailah oleh kamu dengan bagian badan sebelah kanan dan anggota wudu’nya”.

3. Aturan memandikan mayat
a.Mayat laki-laki dimandikan laki-laki, dan sebaliknya mayat wanita dimandikan pula oleh wanita, kecuali muhrimnya laki-laki diperbolehkan..

Sabda Nabi SAW. :


Artinya : Dari ‘Aisyah RA. : Bahwasanya Nabi SAW> bersabda : “Jika kamu meninggal dahulu sebelum saya, maka saya akan memandikanmu”.

(H.R. Ahmad, Ibnu Majah dan disahkan oleh Ibnu Hibban) b. Sebaiknya orang yang memandikan keluarganya yang terdekat.
c. Suami boleh memandikan isterinya, dan sebaliknya.
d. Yang memandikan tidak boleh menceritakan tentang cacat tubuh mayat itu andaikata ia bercacat.

MENGKAFANI JENAZAH
Setelah mayat dimandikan dengan cukup sempurna, maka fardu kifayah bagi tiap-tiap mukmin untuk mengkafaninya. Mengkafani mayat sedikitnya dengan selapis kain yang dapat menutup seluruh tubuhnya.
Disunatkan bagi mayat laki-laki dikafani sampai tiga lapis kain, tiap-tiap lapis dari kafan itu hendaknya dapat menutupi seluruh tubuhnya. Mayat laki-laki menggunakan lima lapis kain, maka sesudah tiga lapis ditambah dengan baju kurung dan serban.
Mayat wanita disunatkan lima lapis, masing-masing berupa sarung, baju, kudung dan dua lapis yang menutup seluruh tubuhnya.
Kain yang digunakan untuk kafan ialah kain yang halal dipakainya sewaktu hidupnya dan disunatkan dengan kain yang berwarna putih dan baru pula serta diberi wangi-wangian.

Sabda Rasululloh SAW.:


Artinya : Dari Jabir berkata, Rasululloh SAW. : “Apabila salah seorang kamu mengkafani saudaranya, hendaklah dibaikkan kafannya itu.” (Riwayat Muslim)

Kalau kain putih tidak ada, maka boleh mengkafani mayit dengan kain apa saja yang dapat digunakan untuk mengkafaninya, kemudian disalatkannya.

SALAT JENAZAH
1. Syarat-syarat salat jenazah
a. Mayat harus Muslim
b. Salat Mayit/jenazah seperti halnya dengan salat lain, yaitu harus menutup ‘aurat, suci dari hadas besar dan kecil, bersih badan, pakaian dan tempatnya serta menghadap kiblat.
c. Mayit sudah dimandikan dan dikafani.
d. Letak mayit sebelah kiblat orang yang menyembahyangkannya, kecuali kalau salat yang dilakukan diatas kubur atau salat gaib.
2. Rukun salat mayit
a. Niat.
b. Berdiri bagi yang kuasa (kuat).
c. Takbir empat kali.
d. Membaca Fatihah.
e. Membaca salawat atas nabi.
f. Mendoakan mayat.
g. Memberi salam.
3. Cara mengerjakan salat mayit
Salat jenazah dapat dilakukan atas seorang mayit atau beberapa orang mayit sekaligus. Salat mayit boleh pula dilakukan beberapa kali salat, misalnya mayit sudah disalatkan oleh sebagian orang, kemudian datanglah beberapa orang lagi untuk menyalatkannya dan seterusnya.
Jika salat dilakukan berjamaah, maka Imam berdiri dengan menghadap kiblat, sedang makmum berbaris dibelakangnya , mayit diletakkan dengan melintang di hadapan Imam dan kepalanya disebelah kanan Imam. Jika mayit laki-laki hendaknya Imam berdiri menghadap dekat kepalanya, dan jika mayit wanita, Imam menghadap dekat perutnya.
Salat jenazah tidak dengan ruku’ dan sujud serta tidak dengan adzan dan iqamat.

4. Melaksanakan salat jenazah
Setelah berdiri sebagaimana mestinya akan mengerjakan salat, maka:
a. Niat menyengaja melakukan salat atas mayit, dengan empat takbir menghadap kiblat karena Allah.
b. Takbiratul ihram ; mengucapkan “ALLAHU AKBAR” bersamaan niat.
c. Membaca surat Al Fatihah (tidak membaca surat-surat yang lain), terus takbir.
d. Sesudah takbir yang kedua, terus membaca salawat atas Nabi sebagai berikut :
e. Setelah takbir yang ketiga, kemudian membaca doa sekurang-kurangnya sebagai berikut :

Artinya : Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia.
f. Selesai takbir keempat, membaca doa sebagai berikut :

Artinya ; Ya Allah janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami, dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia.
g. Kemudian memberi salam sambil memalingkan muka ke kanan dan ke kiri dengan ucapan :

Artinya : Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian.

MENGUBURKAN MAYIT
1. Setelah jenazah disalatkan sebaiknya disegerakan diangkut ke kuburan
2.Menguburkan mayat bertujuan untuk menjaga kehormatannya, oleh karena itu maka kuburan harus dalam, sekedar bau busuknya tidak keluar dan tidak bisa dibongkar binatang buas.
3. Liang lahad bisa dibuat dipinggir arah kiblat, bisa pula menggunakan peti jenazah, tergantung keadaan tanah.
4. Pada waktu mayat dimasukkan dalam kubur dianjurkan membaca :


Artinya :
Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah. (Riwayat Turmuzi dan Abu Daud)
5. Tali-tali pengikat dibuka, dan juga membuka kafan yang menutup muka, sehingga pipi kanan menyentuh tanah.
6. Menjatuhkan tanah ke dalam nya tiga kali.
7. Timbuni kuburan sampai selesai dan tancapkan nisan sebagai tanda diatasnya.
8. Dianjurkan berdoa setelah selesai penguburan.
9. Dalam keadaan darurat diperkenankan mengubur beberapa mayat dalam satu kuburan, misalnya karena bencana alam.

MATI SYAHID
Orang yang mati syahid yaitu orang yang mati di medan perang untuk meninggikan agama Allah. Pun begitu juga diharamkan menyembahyangkan mereka, sebab darah orang yang mati syahid itu di hari kiamat akan jadi kusturi (bau wangi) di hadirat Tuhan.
Adapun orang yang mati syahid dibagi pula atas beberapa macam :
a. Syahid dunia, yaitu orang yang mati di medan perang, hanya sekedar untuk mempertahankan tanah air, diri dan hartanya.
b. Syahid akhirat, yaitu orang yang mati karam, terbenam, sakit perut, mati melahirkan anak.
c. Syahid dunia dan akhirat, yaitu orang-orang yang telah disebut diatas tadi, ialah orang yang mati di medan perang untuk meninggikan kalimah Tuhan.
Diatas syahid yang ketiga ialah terletaknya haram memandikan dan menyembahyangkan mereka. Adapun syahid yang pertama dan kedua itu boleh diperlakukan sebagai mayat biasa asal saja badannya tidak hancur ketika mati itu.


TAKZIAH
Takziah artinya melawat (melayat) atau mengunjungi keluarga si mayit, dengan maksud menghibur agar tetap sabar dan tabah dalam menghadapi musibah itu. Dengan kata lain, takziah ialah ikut berbela sungkawa.
Hikmah bertakziah itu kebaikannya kembali kepada orang yang bertakziah, diantaranya menyadarkan dan mengingatkan diri masing-masing, meningkatkan keimanan, menumbuhkan sikap gotong-royong, menghibur hati keluarga yang dikunjungi, dan lain-lain.

ZIARAH KUBUR
Ziarah kubur ialah mengunjungi kuburan seseorang, sebagai tanda bakti penghargaan kepada mayit/arwah orang yang telah dikubur itu.
Adab ziarah kubur :
a. Mengucapkan salamketika memasuki tanah kuburan
b. Membaca ayat-ayat Al Qur’an, seperti yasin dll.
c. Mendoakan ahli kubur, terutama yang diziarahi
d. Hendaknya bersikap sopan
e. Memelihara kuburan famili masing-masing agar tetap bersih
f. Jika tidak memungkinkan berziarah ke kubur kedua orang tua atau famili karena jauh, maka cukup mendoakan dari tempat dimana kita berada.
Hikmah ziarah kubur
Ziarah kubur itu dapat mengingatkan kita, bahwa kita sekarang masih diberi kenikmatan umur yang masih ada, namun bagaimanapun juga pada saatnya kita juga seperti yang kita ziarahi ini, yaitu mati. Karena itu sebelum mati itu datang, kita harus memperbanyak amal ibadat dan sedekah, sebagai bekal kelak di akhirat. Dan sebaik-baiknya bekal ialah takwa kepada Allah SWT.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
- Kewajiban penyelenggaraan jenazah : memandikan, mengkafani, menyalatkan dan menguburkannya.
- Rukun salat mayit : niat, berdiri, takbir empat kali, membaca fatihah, membaca salawat atas Nabi, mendoakan mayat, memberi salam.
- Menghadiri takziah dan ziarah kubur memberikan banyak hikmah dan manfaat.


Daftar pustaka :

Rifa’I, Moh. 1998. Mutiara Fiqh Jilid I. Semarang : Wicaksana.
Sulaiman, Rasjid. Fiqh Islam. Bandung : Sinar Baru.

Tata cara merawat jenazah

Hadits Taabi' dan Syahid

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Selain Menggunakan Al-Quran dalam pengambilan hukum juga diperlukan peran hadits Nabi SAW. Dalam hal ini peranan hadits sangat penting. Oleh karena itu kejelasan hukum hadits akan menentukan hukum syari'at juga. Untuk mendapatkan kejelasan dalam pengambilan hadits diperlukan pembelajaran tentang ilmu mustholahil hadits. Yaitu ilmu yang mempelajari tentang jalan hadits (sanad) serta isi hadits (matan). Dengan ilmu tersebut bisa diketahui hadits tersebut kuat atau lemah, diterima atau ditolak.
Dalam ilmu hadits dikenal istilah Hadits ghorib. Yaitu hadits yang didalam sanadnya terdapat seorang yang menyendiri dalam periwayatanya. Untuk menetapkan suatu hadits itu ghorib, perlu adanya pemeriksaan terhadap hadits yang diperkirakan ghorib tersebut. Pemeriksaan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui apakah hadits ghorib tersebut ada muttabi' atau syahid. Pemeriksaan tersebut dalam ilmu hadits dinamakan I'tibar. Jika hadits yang diperkirakan ghorib tersebut ternyata memiliki muttabi' atau syahid, maka nilai keghoriban itu dengan sendirinya akan hilang. Dan hadits tersebut akan berubah menjadi 'aziz, ataupun mutawatir jika muttabi' dan syahidnya sudah mencapai standar minimal mutawatir.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Definisi Hadits Tabi' dan Syahid.
2. Macam-macam muttabi' dan syahid.
3. Bagaimana penerapanya dalam kuantitas dan kualitas sanad dalam hadits.

C. TUJUAN
1. Pembaca mampu mendefinisikan Hadits Tabi' dan Syahid.
2. Pembaca mampu memberikan contoh Hadits Tabi' dan Syahid.
3. Pembaca mengetahui bagaimana aplikasi hadits tabi' dan syahid dalam kuantitas dan kualitas sanad.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Tabi' dan Syahid
Yang dimaksud dengan Tabi' atau muttabi', adalah hadits yang mengikuti periwayatan perowi lain pada guru ( yang terdekat ) atau gurunya guru, dalam lafadz maupun maknanya dan bertemu sanadnya di sohabat. Syahid adalah hadits yang mengikuti periwayatan rowi lain dalam lafadz ataupun maknanya, serta tidak bertemu sanadnya di sohabat.¹
Sebagian Ulama' berpendapat, bahwa yang dikatakan dengan Hadits Muttabi' adalah Hadits yang oleh oranmg lain sesuai dengan lafadznya. Dan Syahid adalah Hadits yang diriwayatkan oleh orang lain yang maknanya sesuai dengan Hadits fardnya, baik hadits tersebut bersumber dari seorang sahabat, maupun dari beberapa orang sahabat.

B. Macam-macam Tabi' dan Syahid
Hadits Tabi' terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Tabi' tamm : adalah apabila periwayatan muttabi' mengikuti periwayatan guru muttaba' dari yang terdekat sampai yang terjauh.
Contoh:
رواه الشافعي عن مالك عبد الله بن دينار عن إبن عمر أنّ رسول الله صلى الله عليه و سلّم قال : ( الشهر تسع و عشرون فلا تصوموا حتّى تروا الهلال ولا تفطروا حتّى تروه ، فإن غمّ عليكم فأكملوا العدّة ثلاثين )

Hadits ini diikuti oleh Imam Qo'nabi
رواه القعنبي عن مالك عبد الله بن دينار عن إبن عمر أنّ رسول الله صلى الله عليه و سلّم قال :
( الشهر تسع و عشرون فلا تصوموا حتّى تروا الهلال ولا تفطروا حتّى تروه ، فإن غمّ عليكم فقدروا له )

2. Tabi' Qashir : adalah apabila periwayatan muttabi' mengikuti periwayatan guru muttaba' dari yang terdekat saja, tidak sampai mengikuti pada guru yang terjauh.
Contoh :
رواه عاصم عن أبيه محمد بن زيد عن نافع بن عمر أنّ رسول الله صلى الله عليه و سلّم قال :
( الشهر تسع و عشرون فلا تصوموا حتّى تروا الهلال ولا تفطروا حتّى تروه ، فإن غمّ عليكم فكمّلوا ثلاثي )

Hadits ini diikuti oleh Hadits:
رواه عبيد الله بن عمر عن نافع عن إبن عمر أنّ رسول الله صلى الله عليه و سلّم قال:( الشهر تسع و عشرون فلا تصوموا حتّى تروا الهلال ولا تفطروا حتّى تروه ، فإن غمّ عليكم فقدروا له ثلاثين )


Hadits Syahid terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Syahid Bil Lafdzi : adalah apabila matan Hadits yang diriwayatkan sesuai dengan redaksi dan maknanya dengan hadits fardnya.
Contoh :
رواه الشافعي عن مالك عبد الله بن دينار عن إبن عمر أنّ رسول الله صلى الله عليه و سلّم قال : ( الشهر تسع و عشرون فلا تصوموا حتّى تروا الهلال ولا تفطروا حتّى تروه ، فإن غمّ عليكم فأكملوا العدّة ثلاثين )

Disaksikan oleh hadits :
رواه محمد بن حنين عن إبن عباس أنّ رسول الله صلى الله عليه و سلّم قال : ( الشهر تسع و عشرون فلا تصوموا حتّى تروا الهلال ولا تفطروا حتّى تروه فإن غمّ عليكم
فأكملوا العدّة ثلاثين )
2. Syahid Bil Makna : adalah apabila matan hadits yang diriwayatkan hanya sesuai maknanya saja, sedangkan lafadznya tidak.
Contoh :
رواه الشافعي عن مالك عبد الله بن دينار عن إبن عمر أنّ رسول الله صلى الله عليه و سلّم قال : ( الشهر تسع و عشرون فلا تصوموا حتّى تروا الهلال ولا تفطروا حتّى تروه ، فإن غمّ عليكم فأكملوا العدّة ثلاثين )

Disaksikan oleh hadits :
رواه محمد بن زيا د عن نافع عن أبي هريرة أنّ رسول الله صلى الله عليه و سلّم قال : ( الشهر تسع و عشرون فلا تصوموا حتّى تروا الهلال ولا تفطروا حتّى تروه ، فإن غمّ عليكم فأكملوا عدّة شعبان ثلاثين )
C. Aplikasi dalam kuantitas dan kualitas sanad.
Setelah dilakukan penelitian, maka akan nampak seluruh mata rantai para perowi hadits yang diduga ghorib itu, begitu juga seluruh tabi' dan syahidnya (bila ditemukan). Bila hadits yang diduga ghorib itu ternyata memiliki Tabi' dan Syahid, maka hadits itu bisa menjadi Hadits 'Aziz atau bahkan menjadi Hadits Mutawatir kalau Tabi' dan Syahidnya mencapai standar minimal Hadits dikatakan Mutawatir. Akan tetapi, jika tidak ditemukan Tabi' atau Syahid maka Hadits itu tetap dikatakan Hadits Ghorib.
Selain itu, dari seluruh mata rantai para rowi yang meriwayatkan Hadits itu, dapat kita teliti rowi-rowi yang memenuhi syarat agar Hadits yang diriwayatkannya dikatakan Shahih, Hasan atau Dlo'if. Sehingga Hadits yang diperkirakan Ghorib itu bisa menjadi Hadits Shahih, Hasan atau Dlo'if tergantung dari para perowi dan Hadits lain yang menjadi Tabi' dan Syahidnya.


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1. Yang dimaksud dengan Tabi' atau muttabi', adalah hadits yang mengikuti periwayatan perowi lain pada guru ( yang terdekat ) atau gurunya guru, dalam lafadz maupun maknanya dan bertemu sanadnya di sohabat. Syahid adalah hadits yang mengikuti periwayatan rowi lain dalam lafadz ataupun maknanya, serta tidak bertemu sanadnya di sohabat.
2. Tabi' dibagi menjadi dua, yaitu: Tabi' Tam dan Tabi' Qoshir
Syahid dibagi menjadi dua juga, yaitu: Syahid Bil Lafdzi dan Syahid Bil Makna.
3. Hadits yang diduga Ghorib dapat dikatakan 'Aziz atau Mutawatir apabila ada Tabi' atau Syahid yang memenuhi standarnya. Akan tetapi apabila tidak ditemukan, maka tetap atas Gharibnya.
4. Hadits yang diperkirakan Gharib itu bisa menjadi Shahih, Hasan atau Dla'if tergantung dari para perowinya dan Hadits lain yang manjadi Tabi' dan Syahidnya.

Daftar Pustaka

Al-Maliky Muhammad.1982. Al Manhal Al latif. Jeddah: Sahar
Muhammad Hasan. 1978. Rof'u Al Astar. Makkah: Maktabah Nahdloh 'Arobiyah
Ihya'uddin Ghozali. 2000. Mustholah Hadits. Surabaya: Vde Press
Al-Maliky Muhammad. 2002. Al Qowa'idu Al Asasiyah. Jakarta: Dinamika Berkah Utama

Madza fii Sya'ban

Madza fii sya’ban ?( ada apa dibulan sya’ban ? ), mungkin adalah pertanyaan yang tepat, yang harus kita lontarkan pada diri kita yang sering lupa dengan peristiwa-peristiwa bersejarah yang telah terjadi dalam islam.
Sesungguhnya dari kaidah-kaidah yang sudah ditetapkan oleh ahli ilmu, bahwasanya suatu waktu itu menjadi mulia, karena sebab suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi di dalamnya. Yang mana kejadian tersebutlah yang menjadikan waktu itu berharga dan mempunyai atsar (bekas) tersendiri pada manusia. Semakin besar atsar, maka semakin besar pula rasa ingat seseorang pada waktu tersebut.
Maka suatu keharusan bagi umat islam untuk mengetahui tarikh(sejarah) serta kejadian-kejadian yang bersejarah dalam islam. Supaya kita bisa mengingat serta menjadikan mulia waktu yang bertepatan dengan peristiwa tersebut. Memang benar seperti yang kita ketahui, banyak pendapat yang berbeda-beda tentang masalah ini. Akan tetapi intinya hanyalah satu, yaitu mengenalkan umat ini dengan tarikh.Sabda Rosululloh saw : “Baiknya akhir umat ini adalah karena baiknya orang-orang seblum mereka “. Kalau pepatah mengatakan : “bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai jasa para pahlawannya”.Bertepatan bengan bulan sya’ban ini, banyak sekali kejadian bersejarah yang terjadi didalamnya. Diantanranya adalah:
 Pemindahan kiblat dari baitul maqdis ke ka’bah
Adapun sebelum itu kiblat orang islam ke baitul maqdis. Rosulullah tidak ingin menyerupai dengan orang yahudi, walaupun itu dalam urusan ibadah. Sehingga setiap malam beliau melihat ke langit seraya berharap kepada Allah untuk menggantikan kiblat yang tidak sama dengan mereka. Sehingga Allah swt mengabulkan harapannya dalam firmannya : “ kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi.maka hadapkanlah wajahmu kearah masjidilharom. Dan dimana saja kamu berada maka hadapkanlah wajahmu kea rah itu.”
Sampai sampai Siti ‘Aisyah mengatakan pada Nabi saw : “ Aku tidak melihat engkau kecuali Allah cepat-cepat memuaskan engkau.” Sebagaimana dalam Firman Allah swt : “ Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.”
 Dilaporkan Amal kita kepada Allah swt
Ini merupakan laporan tahunan. Adapun amal kita sudah dilaporkan setiap minggunya, yaitu pada hari senin dan kamis sebagaimana telah datang dalam hadits.Amal kita juga sudah dilaporkan setiap harinya.Ini semua hanya semata-mata Allah ingin menampakkan,memuliakan serta membanggakan kepada malaikat amal-amal manusia. Maka dari pada itu Nabi saw menganjurkan kepada kita untuk puasa dalam bulan sya’ban ini. Agar apabila amal kita dilaporkan nantinya, kita dalam keadaan puasa.
 Ditentukan umur kita
Pada bulan ini juga umur kita ditentukan. Maksudnya taqdir umur kita di tampakkan atau diberikan pada malaikat. Lain dari pada itu perbuatan Allah swt tdk terikat dengan waktu dan tempat. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Siti ‘Aisyah Beliau berkata : “Ya rosulalloh mengapa engkau paling senang berpuasa di bulan Sya’ban ?” Rosul saw menjawab : “Sesungguhnya Allah menakdirkan kematian pada tahun itu kepada jiwa yang dikehendaki, maka aku ingin didatangkan ajalku, sedangkan aku dalam keadaan puasa.”Oleh karena itu beliau memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban.
 Malam Nisfu Sya’ban
Yaitu malam pertengahan bulan Sa’ban. Malam yang agung dan mulia. Yang mana Allah menurunkan ampunan sebesar-besarnya. Sebagaimana dalam hadits Nabi saw bahwasanya Allah membebaskan para ahli neraka sejumlah bulu kambingnya bani kilab. Kecuali orang musyrik, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, pemabuk, orang yang mengelembrehkan (jawa) sarungnya, dan orang yang memutus tali persaudaraan.
Dengan mengingat serta mempelajari peristiwa-peristiwa tersebut, semoga kita diberi kekuatan oleh Allah untuk mengisi bulan ini dengan ibadah kepada Allah swt.Terutanma malam nisfu Sya’ban. Amin ….

Abu Naufal

Tata cara sholat sunah dan niyatnya

Tata Cara Sholat Sunnah dan Niatnya

1. Sholat Taubat
أُصَلِّى سُنَّةَ ْالتَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمٌوْماً ِللهِ تَعَالَى
Setelah Salam Membaca
أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ الله اَسْتَغْفِرُ الله نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَاْلجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّار3 Xِ اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ اْلعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا3 X يَاكَرِيْم
2. Sholat Hajat
أُصَلِّى سُنَّةَ ْالحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمٌوْماً ِللهِ تَعَالَى
Setelah Salam Membaca
أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ الله اَسْتَغْفِرُ الله نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَاْلجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّار3xِ اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ اْلعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا3X يَاكَرِيْم. لاَ اِلَهَ إلاَّ اللهُ َاْلحَلِيْمُ اْلكَرِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ اْلعَرْشِ ْالعَظِيْمِ َاْلحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَاْلغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرِّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُِّل إِثْمٍ لاَتَدَعْ لِي ذَنْباً إلاَّغَفَرْتَهُ وَلاَهَمًّا إلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ ِرضَا إلاَّ قَضَيْتَهَا يا أرحم الراحمين.

3. Sholat Tasbih
Jumlahnya Sholat Tasbih Jumlahnya 4 Raka`at, apabila mengerjakan siang hari maka 1 kali salam dan apabila malam hari 2 kali salam.
Tata Cara Pelaksanaanya:
1. Niat { أُصَلِّي سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمٌوْماً لِلَّهِ تَعَالَى }
2. Membaca Surat Al Fatihah, Surat di lanjutkan dengan membaca Tasbih 15 X
3. Ruku` & di lanjutkan membaca Tasbih 10 X
4. I`tidhal & di lanjutkan membaca Tasbih 10 X
5. Sujud & di lanjutkan membaca Tasbih 10 X
6. Duduk di antara dua sujud & di lanjutkan membaca Tasbih 10 X
7. Sujud & di lanjutkan membaca Tasbih 10 X
8. Duduk sebelum & di lanjutkan membaca Tasbih 10 X.
Di lakukan sebagaimana diatas setiap Roka`atnya! Dengan jumlah hitungan Tasbih setiap Roka`at 75 X Tasbih sehingga dalam 4 Raka`at terhitung 300 X Tasbih.
Bacaan Tasbih :
سُبْحَانَ اللهِ وَاْلحَمْدُ ِللهِ وَلاَاِلَهَ إلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَر
Selesai Salam Membaca Doa

اَللَّهُمَّ إنِِّي أّسْأَلُكَ تََوْفِيْقَ أَهْلِ اْلهُدَي,وَأَعْمَالَ اَهْلِ اْليَقِيْن وَمُنَاصَحَةَ أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَجِدَّ أَهْلِ اْلخَشْيَةِ وَطَلَبَ أهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ أَهْلِ ْالوَرَعِ وَعِرْفَانَ أَهْلِ اْلِعلْمِ حَتَّي أَخَافَكَ اللَّهُمَّ إني أَسْأَلُكَ مَخَافَةً تَحْجُزُنِي عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِكَ عَمَلاً أََسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ وَحَتَّى أُنَاصِحُكَ بِالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ وَحَتَّى أَخْلِصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حُبًّا لَكَ وَحَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِى ْالأُمُوْرِ كُلِّهَا حُسْنَ ظَنٍّ بِكَ سُبْحَانَ خَاِلقِ النُّوْرَ رَبَّنَا أّتْمِمْ لَنَا نُوْرَنََا وَاغْفِرْ لَنَا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ.
4. Sholat Witir
أُصَلِّى سُنَّةَ ْالوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمٌوْماً ِللهِ تَعَالَى
أُصَلِّى سُنَّةَ ْالوِتْرِ رَكْعَةً مَأْمٌوْماً ِللهِ تَعَالَى
Setelah Salam Membaca
سُبْحَانَ اْلمَلِكِ اْلقُدُّوْسِِ3x سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ اْلمَلاَئِكَةِ وَالرَُّوْحِ3x أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ الله اَسْتَغْفِرُ الله نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَاْلجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّار3xِ اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ اْلعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا3X يَاكَرِيْم
Madza fii sya’ban ?( ada apa dibulan sya’ban ? ), mungkin adalah pertanyaan yang tepat, yang harus kita lontarkan pada diri kita yang sering lupa dengan peristiwa-peristiwa bersejarah yang telah terjadi dalam islam.
Sesungguhnya dari kaidah-kaidah yang sudah ditetapkan oleh ahli ilmu, bahwasanya suatu waktu itu menjadi mulia, karena sebab suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi di dalamnya. Yang mana kejadian tersebutlah yang menjadikan waktu itu berharga dan mempunyai atsar (bekas) tersendiri pada manusia. Semakin besar atsar, maka semakin besar pula rasa ingat seseorang pada waktu tersebut.
Maka suatu keharusan bagi umat islam untuk mengetahui tarikh(sejarah) serta kejadian-kejadian yang bersejarah dalam islam. Supaya kita bisa mengingat serta menjadikan mulia waktu yang bertepatan dengan peristiwa tersebut. Memang benar seperti yang kita ketahui, banyak pendapat yang berbeda-beda tentang masalah ini. Akan tetapi intinya hanyalah satu, yaitu mengenalkan umat ini dengan tarikh.Sabda Rosululloh saw : “Baiknya akhir umat ini adalah karena baiknya orang-orang seblum mereka “. Kalau pepatah mengatakan : “bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai jasa para pahlawannya”.Bertepatan bengan bulan sya’ban ini, banyak sekali kejadian bersejarah yang terjadi didalamnya. Diantanranya adalah:
 Pemindahan kiblat dari baitul maqdis ke ka’bah
Adapun sebelum itu kiblat orang islam ke baitul maqdis. Rosulullah tidak ingin menyerupai dengan orang yahudi, walaupun itu dalam urusan ibadah. Sehingga setiap malam beliau melihat ke langit seraya berharap kepada Allah untuk menggantikan kiblat yang tidak sama dengan mereka. Sehingga Allah swt mengabulkan harapannya dalam firmannya : “ kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi.maka hadapkanlah wajahmu kearah masjidilharom. Dan dimana saja kamu berada maka hadapkanlah wajahmu kea rah itu.”
Sampai sampai Siti ‘Aisyah mengatakan pada Nabi saw : “ Aku tidak melihat engkau kecuali Allah cepat-cepat memuaskan engkau.” Sebagaimana dalam Firman Allah swt : “ Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.”
 Dilaporkan Amal kita kepada Allah swt
Ini merupakan laporan tahunan. Adapun amal kita sudah dilaporkan setiap minggunya, yaitu pada hari senin dan kamis sebagaimana telah datang dalam hadits.Amal kita juga sudah dilaporkan setiap harinya.Ini semua hanya semata-mata Allah ingin menampakkan,memuliakan serta membanggakan kepada malaikat amal-amal manusia. Maka dari pada itu Nabi saw menganjurkan kepada kita untuk puasa dalam bulan sya’ban ini. Agar apabila amal kita dilaporkan nantinya, kita dalam keadaan puasa.
 Ditentukan umur kita
Pada bulan ini juga umur kita ditentukan. Maksudnya taqdir umur kita di tampakkan atau diberikan pada malaikat. Lain dari pada itu perbuatan Allah swt tdk terikat dengan waktu dan tempat. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Siti ‘Aisyah Beliau berkata : “Ya rosulalloh mengapa engkau paling senang berpuasa di bulan Sya’ban ?” Rosul saw menjawab : “Sesungguhnya Allah menakdirkan kematian pada tahun itu kepada jiwa yang dikehendaki, maka aku ingin didatangkan ajalku, sedangkan aku dalam keadaan puasa.”Oleh karena itu beliau memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban.
 Malam Nisfu Sya’ban
Yaitu malam pertengahan bulan Sa’ban. Malam yang agung dan mulia. Yang mana Allah menurunkan ampunan sebesar-besarnya. Sebagaimana dalam hadits Nabi saw bahwasanya Allah membebaskan para ahli neraka sejumlah bulu kambingnya bani kilab. Kecuali orang musyrik, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, pemabuk, orang yang mengelembrehkan (jawa) sarungnya, dan orang yang memutus tali persaudaraan.
Dengan mengingat serta mempelajari peristiwa-peristiwa tersebut, semoga kita diberi kekuatan oleh Allah untuk mengisi bulan ini dengan ibadah kepada Allah swt.Terutanma malam nisfu Sya’ban. Amin ….

Abu Naufal















Tidak sedikit diantara kita yang berharap bisa bertemu dengan bulan suci Romadlon. Tidak sedikit pula diantara kita yang merasa berat dengan hadirnya bulan romadlon.

Tata cara sholat sunah dan niyatnya

Tata Cara Sholat Sunnah dan Niatnya

1. Sholat Taubat
أُصَلِّى سُنَّةَ ْالتَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمٌوْماً ِللهِ تَعَالَى
Setelah Salam Membaca
أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ الله اَسْتَغْفِرُ الله نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَاْلجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّار3 Xِ اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ اْلعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا3 X يَاكَرِيْم
2. Sholat Hajat
أُصَلِّى سُنَّةَ ْالحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمٌوْماً ِللهِ تَعَالَى
Setelah Salam Membaca
أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ الله اَسْتَغْفِرُ الله نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَاْلجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّار3xِ اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ اْلعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا3X يَاكَرِيْم. لاَ اِلَهَ إلاَّ اللهُ َاْلحَلِيْمُ اْلكَرِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ اْلعَرْشِ ْالعَظِيْمِ َاْلحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَاْلغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرِّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُِّل إِثْمٍ لاَتَدَعْ لِي ذَنْباً إلاَّغَفَرْتَهُ وَلاَهَمًّا إلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ ِرضَا إلاَّ قَضَيْتَهَا يا أرحم الراحمين.

3. Sholat Tasbih
Jumlahnya Sholat Tasbih Jumlahnya 4 Raka`at, apabila mengerjakan siang hari maka 1 kali salam dan apabila malam hari 2 kali salam.
Tata Cara Pelaksanaanya:
1. Niat { أُصَلِّي سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمٌوْماً لِلَّهِ تَعَالَى }
2. Membaca Surat Al Fatihah, Surat di lanjutkan dengan membaca Tasbih 15 X
3. Ruku` & di lanjutkan membaca Tasbih 10 X
4. I`tidhal & di lanjutkan membaca Tasbih 10 X
5. Sujud & di lanjutkan membaca Tasbih 10 X
6. Duduk di antara dua sujud & di lanjutkan membaca Tasbih 10 X
7. Sujud & di lanjutkan membaca Tasbih 10 X
8. Duduk sebelum & di lanjutkan membaca Tasbih 10 X.
Di lakukan sebagaimana diatas setiap Roka`atnya! Dengan jumlah hitungan Tasbih setiap Roka`at 75 X Tasbih sehingga dalam 4 Raka`at terhitung 300 X Tasbih.
Bacaan Tasbih :
سُبْحَانَ اللهِ وَاْلحَمْدُ ِللهِ وَلاَاِلَهَ إلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَر
Selesai Salam Membaca Doa

اَللَّهُمَّ إنِِّي أّسْأَلُكَ تََوْفِيْقَ أَهْلِ اْلهُدَي,وَأَعْمَالَ اَهْلِ اْليَقِيْن وَمُنَاصَحَةَ أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَجِدَّ أَهْلِ اْلخَشْيَةِ وَطَلَبَ أهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ أَهْلِ ْالوَرَعِ وَعِرْفَانَ أَهْلِ اْلِعلْمِ حَتَّي أَخَافَكَ اللَّهُمَّ إني أَسْأَلُكَ مَخَافَةً تَحْجُزُنِي عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِكَ عَمَلاً أََسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ وَحَتَّى أُنَاصِحُكَ بِالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ وَحَتَّى أَخْلِصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حُبًّا لَكَ وَحَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِى ْالأُمُوْرِ كُلِّهَا حُسْنَ ظَنٍّ بِكَ سُبْحَانَ خَاِلقِ النُّوْرَ رَبَّنَا أّتْمِمْ لَنَا نُوْرَنََا وَاغْفِرْ لَنَا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ.
4. Sholat Witir
أُصَلِّى سُنَّةَ ْالوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمٌوْماً ِللهِ تَعَالَى
أُصَلِّى سُنَّةَ ْالوِتْرِ رَكْعَةً مَأْمٌوْماً ِللهِ تَعَالَى
Setelah Salam Membaca
سُبْحَانَ اْلمَلِكِ اْلقُدُّوْسِِ3x سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ اْلمَلاَئِكَةِ وَالرَُّوْحِ3x أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ الله اَسْتَغْفِرُ الله نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَاْلجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّار3xِ اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ اْلعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا3X يَاكَرِيْم

KHOTBAH 'IIDUL FITRI

الله أكبر.....٩x
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة و أصيلا, لاإله إلا الله ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون, لاإله إلا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده, لاإله إلا الله هو الله أكبر الله أكبر ولله الحمد. الله أكبر ما أشرقت في صباح هذا اليوم شمس المسرة, و تم شهر الصوم واستعد وفد الحج و العمرة, ولبس المؤمنون جديد الثياب إظهارا لجميل الإنعام, سبحان من سبح الرعد بحمده و الملائكة من خيفته, سبحان من خلق الخلائق بباهر قدرته سبحان من أوجب الفطر فى هذا اليوم وحرم الصيام, سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين,
الحمد لله الذي لايخيب من أمله, ولا يرد من سأله, ونسأله سبحانه وتعالى ان يجعلنا ممن إذا أنعم عليه شكر, وإذا ابتلي صبر, وإذا أذنب إستغفر,
أشهد ان لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأتوب إليه توبة عبد ظالم لايملك لنفسه ضرا ولا نفعا ولا موتا ولا حياة ولا نشورا. وأشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله ارسله الله للعالمين بشيرا ونذيرا وداعيا الى الله بإذنه وسراجا منيرا, فبلغ الرسالة وأدى الأمانة وهدى الله به من الأمة بشرا كثيرا فكان في ظلمة الجهل للمستبشرين سراجا وقمرا منيرا, اللهم صل على سيدنا و حبيبنا وشفيعنا ومولانا ونور قلوبنا محمد وعلى اله وأصحابه وسلم تسليما كثيرا. أما بعد
فيا أيها الأحبة في الله أصيكم ونفسي بتقوى الله وطاعته فلا تموتن إلا وأنتم مسلمون. فقد قال الله تعالى في محكم تنزيله وبقوله يهتدى المهتدون و صدق الله العظيم حيث قال : " يا أيها الذين أمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما ... أما بعد ....

Pagi hari ini kita telah merampungkan kewajiban puasa di bulan Romadlon, setelah satu bulan penuh kita berusaha untuk menundukkan hawa nafsu kita demi untuk menggapai keridloan Alloh SWT. Semoga Alloh SWT menerima shiyam kita, Semoga Alloh SWT menerima qiyam kita dan semoga Alloh SWT menerima semua amal-amal ibadah kita selama bulan Romadlon, yang akhirnya semoga kita masuk pada bulan Syawwal seperti apa yang disabdakan oleh junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW

"من صام رمضان وقامه إيمانا واحتسابا خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه"
“Barangsiapa yang puasa di bulan romadlon dan barangsiapa yang menjaga qiyam Romadlon karena Iman dan mencari keridloan Alloh SWT maka orang tersebut akan keluar dari bulan Romadlon sebagaimana bayi yang dilahirkan oleh Ibunya, dosa-dosanya diampuni oleh Alloh SWT “
"اللهم اجعلنا منهم" mudah-mudahan kita termasuk kelompok tersebut.



الله أكبر... الله أكبر... الله أكبر ولله الحمد
معاشر المسلمين رحمكم الله ...
Tidak sedikit kita saksikan orang-orang yang menampakkan rasa kegembiraannya setelah keluar dari bulan Romadlon, akan tetapi tidak demikian bagi orang-orang yang mengerti akan hakekat dan makna kebesaran bulan Romadlon, mereka justru akan menyesal sekaligus tampak pada raut muka mereka kesedihan yang amat mendalam, karena mereka ditinggalkan bulan yang penuh dengan cucuran rahmat Alloh, mereka ditinggalkan dengan bulan yang penuh berkah Alloh, mereka ditinggalkan dengan bulan yang penuh dengan pengampunan-pengampunan Alloh SWT, Nabi besar Muhammad SAW dalam satu hadits yang diriwayatkan Abu Ya’la Beliau bersabda :

"لويعلم الناس ما في رمضان من اليمن والبركة, لتمنوا أن يكون حولا كاملا"
“Seandainya manusia tahu akan kebesaran bulan Romadlon dari karunia dan berkah yang dicucurkan oleh Alloh SWT niscaya mereka berharap setahun penuh untuk dijadikan oleh Alloh sebagai bulan Romadlon”.
معاشر الحاضرين رحمكم الله ...
Suatu hari Sayyidinal Imam Hasan Al Bashri R.A Imamut Tabi’in ‘Ilman wa ‘Amalan melihat beberapa orang yang sedang tertawa bergembira dihari raya idul fitri melihat kejadian tersebut beliau berkata:

" إن الله عز وجل جعل شهر رمضان مضمارا لخلقه, يستبقون فيه لطاعته, فصدق قوم ففازوا, وتخلف أقوام فخابوا, فالعجب كل العجب للضاحك اللاعب في اليوم الذي فاز فيه السابقون وخاب فيه المبطلون أما والله لوكشف الغطاء لاشتغل المحسن بإحسانه والمسيئ بإسائته."
“ Sesungguhnya Alloh menjadikan bulan Romadlon, ibarat medan perlombaan bagi makhluqnya, mereka berlomba-lomba untuk mendekatkan diri kepada Alloh, di antara mereka ada yang sukses sehingga beruntung, akan tetapi banyak pula yang gagal dan menjadi orang-orang yang rugi, maka adalah sangat mengherankan bagi mereka yang tertawa pada hari dimana mereka belum tahu apakah diterima puasa mereka atau tidak, demi Alloh seandainya tersingkap akan tabir kebenaran ditengah-tengah mereka, maka orang-orang yang sukses akan semakin mendekatkan dirinya kepada Alloh, sebaliknya orang-orang yang gagal tidak ada kesempatan bagi mereka untuk tertawa.
الله أكبر... الله أكبر... الله أكبر ولله الحمد
معاشر المسلمين رحمكم الله ...
Apa yang disampaikan beliau tentunya sudah banyak dicontohkan langsung oleh sahabat-sahabat Nabi Besar Muhammad SAW, di antara mereka ada salah seorang sahabat besar yang bernama al Imam Abdulloh Ibnu Rowachah beliau adalah yang sering dipuji sendiri oleh nabi Muhammad SAW, setiap hari beliau melihat wajah baginda Nabi Muhammad SAW, setiap 5 waktu beliau sholat berjama’ah bersama-sama dengan Baginda Nabi Muhammad SAW, beliau mengikuti peperangan bersama-sama Nabi Muhammad SAW, bahkan Nabi Muhammad dalam suatu hadits beberapa kali Beliau memuji “نعم الرجل عبد الله ابن رواحة sebaik-baik orang adalah Abdulloh Ibnu Rowachah “
"رحم الله إبن رواحة إنه يحب المجالس الذي تتباهى بها الملائكة “
“Semoga Alloh merohmati Abdulloh Ibnu Rowachah (kata Nabi) sesungguhnya dia senang menghadiri majlis-majlis yang dibanggakan oleh Malaikat”. Pujian-pujian yang mulia dilontarkan oleh Nabi kepada Abdulloh Ibnu Rowachah tetapi walaupun demikian
معاشر المسلمين رحمكم الله ...
Seringkali beliau berdiam diri sambil menangis, bahkan suatu hari beliau menangis di pangkuan istrinya, sehingga sang istri pun ikut menangis, Abdulloh Ibnu Rowachah bertanya “kenapa engkau menangis?” Istri menjawab “karena aku melihat engkau menangis wahai Abdulloh, gerangan apakah yang menyebabkan engkau menangis?” Beliau menjawab “Aku teringat akan firman Alloh SWT:

"وإن منكم إلا واردها كان على ربك حتما مقضيا ثم ننجي الذين اتقوا ونذروا الظالمين فيها جثيا "
“ Setiap diantara kalian pasti akan melewati jembatan yang dihamparkan di atas neraka jahannam, pada waktu itulah ketentuan Alloh yang paling akhir, kemudian kami selamatkan orang-orang yang bertaqwa dan kami biarkan orang-orang yang dholim terlempar kedalam neraka”.

Sayyidinal Imam Abdulloh Ibnu Rowachah berkata:
"وأنا لاأدري أأنجومنها أم لا"
“Dan aku tidak tahu, apakah aku termasuk orang yang selamat ketika aku lewat di As-Shirot ataukah aku termasuk orang-orang yang dilemparkan oleh Alloh kedalam neraka Jahannam”.

Inilah معاشر الحاضرين keberadaan dari pada satu dari sekian banyak sahabat Nabi Muhammad SAW.

الله أكبر... الله أكبر... الله أكبر ولله الحمد
معاشر المسلمين رحمكم الله ...

Dalam kesempatan khutbah Idul Fitri pagi hari ini, saya ingin mengajak para hadirin untuk bersama-sama menyimak sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Huzaimah dan Ibnu Hibban
dimana suatu hari Nabi Besar Muhammad SAW naik mimbar sambil mengucapkan “Amiin 3x “ lantas dikatakan oleh salah seorang sahabat :
”يارسول الله, إنك صعدت المنبر فقلت أ مين... أ مين... أ مين..." فقال:" إن جبريل عليه السلام أتاني فقال:"من أدرك شهر الرمضان فلم يغفر له فمات فدخل النار فأبعده الله, قل أمين فقلت أمين".
Artinya: “Wahai kanjeng Nabi, ketika Engkau naik mimbar, Engkau mengucapkan Amiin… Amiin… Amiin…” Beliau SAW menjawab: “Sesungguhnya Malaikat Jibril Alaihis Salaam mendatangi aku dan berkata: Barang siapa yang masuk dibulan Romadlon kemudian keluar dari bulan Romadlon sedangkan dosanya belum diampuni oleh Alloh SWT, maka dia akan dimasukkan neraka Alloh SWT dan dijauhkan oleh Alloh SWT, maka katakanlah “Amiin”Maka aku berkata Amiin”
معاشر الحاضرين رحمكم الله ...
Kita maklumi bersama bahwa bulan Romadlon adalah bulan yang dikatakan oleh para Ulama’ bulan panen raya dalam rangka menjemput turunnya cucuran rohmat, barokah, dan pengampunan Alloh SWT, sehingga tidak ada ibadah sekecil apapun kecuali dinilai sangat besar oleh Alloh SWT, karena mulyanya kedudukan bulan Romadlon Nabi Besar Muhammad SAW bersabda:
" نوم الصائم عبادة, وصمته التسبيح, ودعائه مستجاب".
Artinya: “Tidurnya orang yang melakukan puasa adalah bernilai ibadah, dan diamnya mengandung nilai seperti orang yang membaca tasbih, sedangkan do’anya adalah akan dikabulkan oleh Alloh SWT”.

Dan masih banyak lagi معاشر الحاضرين hadits-hadits Nabi yang menerangkan kemulyaan bulan Romadlon, yang tidak dikaruniakan oleh Alloh untuk ummat-ummat terdahulu dan hanya diprioritaskan untuk kita sebagai ummat Baginda Nabi Besar Muhammad SAW sehingga maha benar ketika Beliau bersabda :
“Paling celakanya seseorang adalah mereka yang masuk dibulan Romadlon kemudian keluar dari bulan Romadlon sedangkan dosa-dosanya belum diampuni oleh Alloh”.

الله أكبر... الله أكبر... الله أكبر ولله الحمد
معاشر المسلمين رحمكم الله ...
Adapun makna “Amiin” yang kedua adalah:
"ومن ذكرت عنده فلم يصل عليك فمات فدخل النار فأبعده الله قل أمين فقلت أمين"
“Barangsiapa yang disebutkan Nama-Mu (Nabi Muhammad) dihadapannya dan dia tidak membacakan Sholawat kepada-Mu, maka ketika dia meninggal dunia niscaya Alloh akan memasukannya kedalam neraka dan dijauhkan oleh Alloh SWT, maka katakanlah Amiin..Maka aku berkata Amiin”.

معاشر المسلمين رحمكم الله ...
Kita sebagai ummat Islam adalah ummat yang dimulyakan oleh Alloh SWT sampai-sampai kemulyaan tersebut diukirnya oleh Alloh dalam alqur’an:
"كنتم خير أمة أخرجت للناس..."
“Kalian adalah sebaik-baik ummat yang dimunculkan ditengah-tengah manusia…”
Kemulyaan tersebut bukan semata-mata karena ibadah dan pengabdian kita, akan tetapi kemulyaan tersebut tidak lain dan tidak bukan karena kemulyaan panutan kita sekaligus juru selamat kita Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.
Dimasa-masa hidup Beliau tidak terlewatkan sedetik waktu kecuali Beliau manfaatkan demi untuk keselamatan ummat-Nya, Beliau sering melakukan sholat malam sampai kaki Beliau bengkak dan Beliau sering berlama-lamaan sujud sehingga Sayyidah Aisyah menganggapnya Beliau sudah meninggal, yang tujuannya adalah agar ummatnya diselamatkan oleh Alloh didunia sampai akherat. Bahkan detik-detik akhir hayat Beliau ketika Malaikat Izro’il akan mengambil nyawa Beliau dan ketika itu Beliau menjerit sambil merasakan rasa sakit, Beliau bersabda:
"إن للموت لسكرات".
“Sesungguhnya setiap kematian pasti akan menghadapi sakarot”.

Sehingga Malaikat Izro’il tidak tega dengan rintihan Beliau seraya berkata: “Aku tidak pernah minta izin ketika akan mencabut nyawa seseorang kepada siapapun sebelum Engkau dan sesudah Engkau Wahai Rosul, tapi apabila Engkau izinkan aku akan kembali kepada Alloh”.
Rosululloh SAW menjawab : “Tidak demikian wahai Izro’il, jika yang aku rasakan saja seperti ini, maka bagaimana pula dengan ummatku ketika engkau cabut nyawa mereka. Malaikat Izro’il pun menjawab:”Tentunya jauh lebih berat dan lebih sakit dari apa yang Engkau rasakan sekarang ini”. Rosululloh SAW mengangkat kedua tangan Beliau yang sangat mulya itu sambil berulang-ulang membaca do’a:
"اللهم ثقل علي وخفف على أمتي"
“Ya…Alloh pikulkan rasa sakitnya kepada aku, dan berikan keringanannya untuk ummatku”.
Inilah akhir do’a yang keluar dari lisan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Sehingga apabila kita saksikan orang tua kita, saudara kita atau kerabat kita yang dengan mudahnya melewati sakarotul maut ini bukanlah semata-mata karena hasil dari amal ibadahnya akan tetapi tidak bukan dan tidak lain utamanya adalah berkat do’a Nabi Muhammad SAW
"اللهم ثقل علي وخفف على أمتي"
“Ya…Alloh pikulkan rasa sakitnya kepada aku, dan berikan keringanannya untuk ummatku”.

Ketika datang hari kiamat dan seluruh manusia merasakan ketakuatan dan kebingungan yang amat sangat sambil mereka datang kepada para Nabi agar minta diselamatkan oleh Alloh SWT, maka seluruh Nabi sejak Nabi Adam sampai Nabi Isa ‘ala nabiyyina wa ‘alaihimus salaam, mereka mengatakan “Nafsi…nafsi.. Mari kita cari keselamatan kita sendiri-sendiri”. Hanya Nabi kita yang sujud kepada Alloh sambil mengucapkan “Ya...Robb Ummati...Ummati” (Ya...Alloh selamatkan Ummatku 3X).
Inilah perjuangan Nabi Muhammad SAW untuk Ummatnya bahkan ketika turun ayat alqur’an kepada Beliau:
"ولسوف يعطيك ربك فترضى..."
“Dan Alloh akan memberimu wahai Nabi Muhammad suatu pemberian dimana Engkau bakal ridlo...” maka Beliau menjawab:
" لاأرضى يارب وواحد من أمتي في النار"
“Aku belum ridlo Ya...Alloh, jika ada salah seorang dari ummatku yang tertinggal dineraka”
معاشر الحاضرين رحمكم الله
Melihat sekelumit dari sekian banyaknya perjuangan Nabi Muhammad untuk kita, lantas mari kita tanyakan pada diri pribadi kita masing-masing,
Apakah yang sudah kita persembahkan untuk Baginda Nabi Besar Muhammad SAW?
Sudahkah kita berusaha untuk menyenangkan Nabi Muhammad SAW dengan melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya ?
Sudahkah kita menanamkan rasa mahabbah kita kepada Nabi Muhammad SAW Seperti yang dilakukan oleh para Sahabat dan Aslafunas Sholihin ?
Ataukah justru kita balas perjuangan Nabi Muhammad SAW tersebut dengan mengumbar kemunkaran dan kemaksiatan sekaligus menyakiti hati Nabi Muhammad SAW. Padahal tidak ada sedikit pun kenikmatan yang diberikan oleh Alloh kepada kita mulai dari nikmat umur, kesehatan, kesempatan, dan rizki, kecuali akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Alloh SWT. Dan berapa kali dalam sehari semalam lisan kita melantunkan sholawat dan salam kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Dimana kata al-Imam Al Habib Abuya Muhammad Al Maliky di dalam kitabnya Khoshoishul Ummatil Muhammadiyah tidak kurang dari 40 macam keutamaan dari bersholawat pada Nabi Muhammad SAW.
Barangsiapa yang ingin selamat di dunia akherat, maka hendaknya ia meperbanyak membaca sholawat.
Barangsiapa yang ingin diberikan cucuran rizki oleh Alloh dan anak-anak yang sholeh maka perbanyaklah membaca sholawat.
Barangsiapa yang ingin selamat ketika melewati As-Shiroot atau jembatan yang dibentangkan diatas neraka Jahannam maka perbanyaklah membaca sholawat, dan masih banyak lagi keutamaan kita bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW sehingga melihat dari apa yang telah kita simak bersama tadi maka, maha benar nabi yang mengatakan celakanya orang yang celaka adalah seseorang yang dketika disebutkan nama Nabi Muhammad SAW dia tidak mau bersholawat kepada Beliau. Akhirnya mari kita jaga Nabi Muhammad SAW dengan menjaga akan sunnah-sunnahnya, Mari kita jaga Nabi Muhammad SAW dengan memperbanyak sholawat kepada Beliau, Mari kita jaga Nabi Muhammad SAW dengan mencintai Beliau, Sahabat-sahabat Beliau, Keluarga Beliau dan Anak cucu Beliau para Habaib Dzurriyatur Rosul Muhammad SAW, karena kecintaan kita kepada Alloh dan
Rosulnya, karena kecintaan kita kepada Alloh dan Datuknya Muhammad SAW. Atas modal inilah semoga kita semua diselamatkan oleh Alloh Dunia-Akherat.
Semoga kita dikumpulkan bersama Beliau dan orangtua kita nantinya disurga Alloh SWT, dan semoga kita tidak diusir oleh Baginda Nabi Muhammad SAW, semoga kita semua diterima oleh Baginda Nabi Muhammad SAW, dan akhirnya semoga kita semua termasuk orang yang cinta dan dicintai oleh Nabi Muhammad SAW yang akhirnya semoga kita diakhiri dengan khusnul khotimah.

الله أكبر... الله أكبر... الله أكبر ولله الحمد
معاشر المسلمين رحمكم الله ...
Adapun makna “Amiin” yang ketiga :
"من أدرك أبويه او احدهما في الكبار فلم يبرهما فمات فدخل النار قل أمين...".
Artinya: “Barangsiapa yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya masih hidup dan dia sudah dewasa akan tetapi dia tidak berbakti kepada keduanya maka ketika dia meninggal dunia niscaya Alloh akan memasukannya kedalam neraka”.
Tidak sedikit ayat-ayat al quran dan sabda-sabda Nabi Besar Muhammad SAW yang mengingatkan kita akan pentingnya Birrul Waalidain (berbakti kepada kedua orangtua) sebagaimana al-qur’an menggandengkan kewajiban kita bersyukur kepada Alloh dengan bersyukur kepada kedua orang tua,
" أن اشكر لي ولوالديك"
“Hendaklah engkau bersyukur kepada-Ku dan pada kedua orang tuamu”
Bahkan Alloh menjadikan Ridlo-Nya terletak pada keridloan orang tua dan kemurkaan-Nya terletak pada kemurkaan orang tua
Nabi Besar Muhammad SAW bersabda:
" رضى الله في رضى الوالدين وسخط الله في سخط الوالدين"
Artinya : “Keridloan Alloh ada didalam keridloan kedua orang tua, dan kemurkaan Alloh ada dalam kemurkaan keduanya”.

Sebab apapun yang kita lakukan tentunya kita tidak akan mampu membalas budi baik kedua orang tua kita. Sebagaimana diriwayatkan bahwa suatu hari ada seorang yang melakukan ibadah haji sambil menggendong Ibunya, baliau thowaf sambil menggendong Ibunya, beliau melakukan sa’I diantara Shofa dan Marwa sambil menggendong Ibunya, beliau berangkat ke Arofah, ke Muzdalifah, dan ke Mina sampai selesai dengan sempurna pelaksanaan ibadah haji sambil menggendong Ibunya, setelah dia selesai melakukan pelaksanaan tersebut, tidak bisa kita bayangkan bagaimana capeknya orang tersebut, akhirnya orang ini bertemu dengan Sahabat Abdulloh bin Umar ia mengatakan “ Wahai Abdulloh bin Umar, apakah yang sudah aku lakukan ini sudah membalas akan kebaikan orang tuaku ?” maka Sahabat Abdulloh bin Umar menjawab : “ Apa yang engkau lakukan adalah sangat baik akan tetapi yang demikian ini belum mampu membalas satu kali jeritan atau satu kali tangisan, atau satu kali rintihan ibumu ketika kamu dikeluarkan dari perutnya”. Padahal berapa kali rintihan dan jeritan yang keluar dari mulut beliau ketika beliau mengeluarkan kita dari rahimnya, bahkan tidak sedikit seorang Ibu yang meninggal dunia ketika berjuang menyelamatkan bayi yang akan dilahirkannya.

Inilah معاشر الحاضرين رحمكم الله juga pernah terjadi kepada seorang pemuda yang datang kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW sambil pemuda tersebut melaporkan kepada kanjeng Nabi, mengeluhkan kepada kanjeng Nabi akan keberadaan ayahnya yang setiap hari mengambil uang si anak. Maka, ayah tersebut dipanggil oleh Nabi Muhammad SAW “Apa benar engkau senantiasa mengambil uang dari anakmu, mengambil harta anakmu?” orangtua tersebut mengiyakannya akan tetapi, orangtua tersebut langsung melantunkan syair yang ditujukan kepada anaknya

غدوتك مولودا وصنتك يـــــافئا تعل بما أجنى عليــــــــك وتنهل
“Wahai anakku… ketika engkau kecil aku suapi, ketika engkau kecil aku beri engkau makanan dan aku jaga engkau sampai tumbuh besar dan engkau terus menerus minum dari sesuatu yang aku peras setiap hari untukmu”

إذا ليلة ضاقتك لم أبـــــــــــــت لسقمك إلا ســـــــــــاهرا أتململ
“Apabila datang waktu malam maka, engkau dalam keadaan sakit, akupun semalam suntuk tidak bisa tidur karena menjagamu sambil penuh dengan kegelisahan”

كأني اناالمطروق دونك بالــذي طرقت به دوني فعينـــــي تهمل
“Seakan-akan bukan engkau yang sakit tapi, seakan-akan aku yang sakit wahai anakku dan aku terbaring sambil mengalirkan air mata”


تخاف الردى نفسي عليك وإنها لتعلم ان الموت وقت مــــــؤجل
“Diriku sangat menghawatirkan akan kematianmu, padahal aku tahu bahwa kematian adalah sesuatu yang telah ditentukan oleh Alloh”

فلما بلغت السن والغاية التــــي إليها مدى مــــــــــــا كنت أؤمل
“Maka ketika engkau masuk diusia dewasa dan waktu yang sangat aku harap-harapkan”

جعلت جزائ غلظة وفـــظاظة كأنك أنت المنعم المـــــــــتفضل
”Ternyata engkau balas diriku dengan perlakuan yang sangat kasar, seakan-akan engkau yang memberi aku karunia, seakan-akan engkau yang meberi aku kenikamatan”

فليتك إذا لم ترع حق أبوتـــــي فعلت كما الجار المجاور يفـــعل
“Wahai anakku…apabila engkau tidak bisa menjaga kewajibanmu kepada orang tuamu maka, berbuatlah engakau kepada diriku seperti seorang tetangga yang berbuat baik kepada sesama tetangganya”.

Maka Nabi Muhammad SAW
فبكى الحبيب صلى الله عليه وسلم وقال : "أنت ومالك لأبيك"
Nabi Muhammad menangis, Nabi Muhammad mengalirkan air mata seraya berkata :

"أنت ومالك لأبيك"
“Engkau dan harta bendamu adalah milik ayahmu”.

معاشر المسلمين رحمكم الله ...
Tidak sedikit orang-orang yang diangkat derajatnya oleh Alloh berkat baktinya mereka pada kedua orang tua dan banyak pula kita saksikan orang-orang yang disengsarakan kehidupannya oleh Alloh didunia yang selanjutnya dicampakkan nantinya di alam akherat ke dalam neraka karena ‘uququl walidain (durhaka pada kedua orangtuanya).
Dalam satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Hakim Nabi Muhammad SAW bersabda:
" كل الذنوب يؤخر الله منها ما شاء الى يوم القيامة إلا عقوق الوالدين فإن الله يعجله لصاحبه في الحياة قبل الممات"
"Setiap perbuatan dosa itu akan diakhirkan oleh Alloh hukumannya besok dihari kiamat kecuali orang yang durhaka pada kedua orang tuanya, Alloh akan mendahulukan hukumannya di dunia yang selanjutnya akan diadzab pula nantinya di akherat”.
Sehingga dalam suasana Idul Fitri yang mulia ini, mari kita cium kedua kaki orang tua kita, kita mohon ma’af pada keduanya jika beliau masih hidup, dan kita do’akan beliau, kita sambung beliau, kita niatkan untuk beliau seluruh amal ibadah yang kita lakukan, kita kunjungi makam beliau jika mereka mendahului kita dipanggil oleh Alloh SWT.



إن أحسن الكلام وأبين النظام كلام الله الملك المنان ذى الجلال والإكرام أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم " وقضى ربك ألا تعبدوا إلا إياه وبالوالدين إحسانا, إما يبلغن عندك الكبرأحدهما أوكلاهما فلا تقل لهما أف ولا تنهرهما وقل لهما قولا كريما "
“Dan Tuhanmu memberikan ketentuan agar jangan sekali-kali kalian menyembah kecuali kepada-Nya dan berbuat baik kepada kedua orang tua, jika sampai keduanya atau salah satu dari keduanya memasuki usia lanjut, maka jangan sekali-kali engkau mengatakan “Wah” pada keduanya dan jangan pula engkau menghardiknya sertya ucapkan untuk keduanya ucapan yang mulya”.
بارك الله لى ولكم فى القرأن العظيم ونفعنى وإياكم بما فيه من الأيات والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم اقول قول هذا واستغفر الله لي ولكم ولوالدينا ولوالديكم ولسائر المسلمين و المسلمات والمؤمنين والمؤمنات فاستغفروا من كل ذنب إنه هو الغفور الرحيم .........

الله أكبر....7x
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة و أصيلا, لاإله إلا الله هو الله أكبر الله أكبر ولله الحمدلله امرنا بشكر الوالدين والإحسان إليهما وحثنا على اغتنام برهما واصطناع المعروف لديهما ووصانا بالترحم عليهما كما ربيانا صغارا وأشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمدا رسول الله صلى الله علي سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم تسليما كثيرا اما بعد فأصيكم عباد الله وإياي بتقوى الله, إتقواالله حق تقاته ولا تموتن إلا وانتم مسلمون

معاشر المسلمين رحمكم الله ...
Mengakhiri khutbah Idul fitri pada pagi hari ini, marilah kita angkat tangan kita tinggi-tingi, kita do’akan kedua orang tua kita, apakah mereka masih hidup, lebih-lebih mereka-mereka yang sudah mengahadap kehadirat Alloh SWT semoga Alloh memberikan pengampunan kepada mereka, memberikan kasih sayang kepada mereka lebih dari pada kasih sayang mereka kepada kita ketika kita masih kecil, semoga saudara-saudara kita yang sakit diberikan kesembuhan oleh Alloh SWT, semoga Alloh menyingkap musibah dan malapetaka yang menimpa saudara-saudara kita sesama muslim, semoga kita diberikan sehat wal afiat dan panjang umur fi tho’atillah wa tho’ati rosulihi SAW, serta diberikan istiqomah oleh Alloh SWT.
اللهم أغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات ويا قاضي الحاجات ويا كافي المهمات ويا غافر الذنوب والخطيئات برحمتك يا واهب العطيات اللهم ارحم والدينا ۳x واغفر لهم وارحمهم وارض عنهم رضا تحل بهم جوامع رضوانك ومواطن عفوك وغفرانك وتحلهم به دار كرامتك وامانك وأدر به عليهم لطائف برك وإحسانك اللهم إغفر لهم مغفرة جامعة تمحو بها سالف أوزارهم وسيئ إسرارهم وارحمهم رحمة تنير لهم بها المضجع فى قبورهم وتؤمنهم بها يوم الفزع عند نشورهم.

Ya…Alloh balaslah kebaikan orang tua kami lebih banyak dari kebaikan mereka terhadap kami,
Ya…Alloh pandanglah orangtua kami, dengan pandangan yang penuh kasih sayang sebagaimana mereka memandang kami ketika kami masih kecil
Ya…Alloh berikanlah kepada mereka apa saja yang hilang daripada pahala ibadah, karena kesibukan mereka melayani kami, ampunilah kelengahan mereka dalam mengabdi kepada-Mu, karena lebih mengutamakan pengabdian mereka kepada kami, dan janganlah Engkau hukum orang tua-orang tua kami Ya…Alloh karena hawa nafsu mereka yang melampaui batas dalam kecintaan mereka kepada kami,
Ya…Alloh apa saja yang telah Engkau berikan kepada kami dari pahala ibadah dan kemudahan dari amal-amal yang sholeh serta hal-hal yang menyebabkan aku sangat dekat dengan-Mu maka, berikanlah bagian orang tua kami lebih besar dari apa yang kami dapatkan,
Ya...Alloh Apa saja yang aku lakukan dari perbuatan yang Engkau larang, dosa-dosa yang Engkau limpahkan kepada kami maka, jangan Engkau limpahkan pula dosa tersebut kepada orang tua kami,
Ya…Alloh sebagaimana Engkau bahagiakan mereka dengan kehidupan kami maka, bahagiakanlah orang tua-orang tua kami setelah kematian mereka, dan kumpulkanlah kami dengan mereka didalam surga-Mu.

اللهم إجعلنا لهم قرة أعين يوم يقوم الأشهاد وأسمعهم منا أطيب النداء يوم التناد واجعلهم من أغبط الآباء بالأولاد حتى تجمعنا وإياهم والمسلمين جميعا فى دار كرامتك ومستقر رحمتك ومحل اوليائك مع الذين أنعمت عليهم من النبيين والصديقين والشهداء والصالحين وحسن اولئك رفيقا ذالك الفضل من الله وكفى بالله عليما اللهم إنا نعوذ بك من جهد البلاء ودرك الشقاء وسوء القضاء وشماتة الأعداء وعضال الداء وخيبة الرجاء ربنا ربنا ربنا إنا ندعوك كما امرتنا فاستجب لنا كما وعدتنا إنك لا تخلف الميعاد برحمتك ياارحم الراحمين إرحمنا ۳x وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وبارك وسلم سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين
الفاتحة ......